Pentingnya Pencegahan Penyakit Chikungunya


 2020-03-13 |  Kecamatan Nganjuk

Berdasarkan penyelidikan Epidemologi Puskesmas Nganjuk diwilayah Nganjuk banyak sekali tanda-tanda penularan Chikungunya. oleh karena itu masyarakat wajib mengantisipasi penyebaran penyakit dengan cara adanya pelaksanaan fogging, istirahat yang cukup, minum dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. 

Penyakit ini sangat bahaya bagi masyarakat yang terjangkit karena berkontribusi menyebabkan kematian pada orangtua. salah satu langkah berikut adalah cara untuk mengobati cikungunya:

  • Istirahat
  • Minum cairan untuk mencegah dehidrasi
  • Ambil obat-obatan antinyeri dan antidemam, seperti ibuprofen, naproxen, acetaminophen, atau parasetamol, untuk meringankan demam dan nyeri.

serangan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini dapat menimbulkan kepanikan dan ketakutan masyarakat.

Masa inkubasi demam chikungunya antara 3-11 hari, terbanyak 2-4 hari. Karena penderita seolah-olah menjadi lumpuh dan merasa sakit ketika bergerak. Orang-orang yang berisiko chikungunya lebih parah yaitu:

  • Bayi yang baru lahir terinfeksi sekitar waktu kelahiran
  • Orang dewasa yang lebih tua (>65 tahun)
  • Orang-orang dengan kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung.

Setelah seseorang telah terinfeksi, tubuh akan memberikan kekebalan spesifik sehingga ia akan dilindungi dari infeksi di kemudian hari.

 

 Cara pencegahan umumnya sama dengan cara pencegahan terhadap penyakit-penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, yaitu:

  • Melindungi diri dari gigitan nyamuk dengan menggunakan repelen, obat nyamuk coil, dan penggunaan kelambu
  • Melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan tindakan 3M (menutup, menguras dan mengubur barang bekas)
  • Menaburkan bubuk abate pada penampungan air sebagaimana mencegah demam berdarah
  • Penyemprotan untuk membunuh nyamuk dewasa yang terinfeksi dan memutuskan rantai penularan serta mencegah meluasnya KLB.