Pengendalian Hama Tikus Sawah


 2020-03-23 |  Kecamatan Nganjuk

Tikus sawah (Rattus argentiventer) merupakan hama padi utama di Indonesia, kerusakan yang ditimbulkan cukup luas dan hampir terjadi setiap musim. Tikus menyerang semua stadium tanaman padi, sehingga sangat merugikan petani. 

Melihat kondisi di atas, maka perlu Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT). Strategi PHTT dilaksanakan berdasarkan pemahaman ekologi tikus, dilakukan secara dini, intensif dan terus menerus (berkelanjutan) dengan memanfaatkan berbagai teknologi pengendalian yang sesuai dan tepat waktu. 

kurang lebih ada sembilan pengendalian hama tikus sawah yaitu:

1. Tanam dan panen serempak yaitu diusahakan selisih waktu tanam dan panen tidak lebih dari 2 minggu

2. Sanitasi habitat yaitu dengan cara membersihkan gulma dan semak-semak pada habitat utama tikus yang meliputi tanggul irigasi, jalan sawah, batas perkampungan, pematang, parit, saluran irigasi, dll.  Dilakukan selama musim tanam padi.

3. Gerakan bersama yaitu menangkap/membunuh tikus seperti penggalian sarang, pemukulan, penjeratan, pengoboran malam, perburuan dengan anjing, dan sebagainya.

4. Fumugasi/ Pengemposan yaitu membunuh tikus dewasa beserta anak-anaknya di dalam sarang.

5. Trap Barrier System (TBS) yaitu tanaman perangkap.

6. Linier Trap Barrier System (LTBS) yaitu pemasangan bentangan plastik/tepal. 

7. Memanfaatan musuh alami

8. Rodentisida

9.  Cara pengendalian lokal

Selain menggunakan langkah-langkah tersebut petani juga harus selalu waspada terhadap tanamannya. Karena populasi tikus akan terus bertamabah sesuai musimnya.