Batik Mangunayu Kelurahan Mangundikaran


 2020-03-22 |  Kelurahan Mangundikaran

Seni batik merupakan seni adiluhung kekayaan nusantara yang sudah ada sejak era jaman Mojopahit. Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia, bahkan badan PBB untuk masalah kebudayaan yaitu UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) telah menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Non Bendawi (Masterpieces of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) bagi Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009.

Industri batik sudah banyak dijumpai misalnya di Solo, Yogjakarta, Pekalongan, Madura dan lain sebagainya. Masing-masing industri batik itu memiliki corak khas yang sekaligus membawa nama daerah asal. Karena corak, seni, pewarnaan yang khas itulah hingga sekarang dikenal masyarakat dengan sebutan Batik Tulungagung , Batik Solo, Batik Jogya , Batik Pekalongan dan Batik Madura.

Di Nganjuk , para pengrajian batik memang sempat jatuh bangun. Hal itu dimaklumi karena manakala seni itu sudah mengarah ke industri yang mengarah ke provit, jelas akan berhadapan dengan berbagai tantangan dan saingan. Apapun hasilnya, sebagai warga Nganjuk kita perlu berbangga karena masih ada pengusaha-pengusaha batik sekalipun masih berskala kecil tetapi masih bertahan.

Bagi warga Kelurahan Mangundikaran, setidaknya patut berbangga, karena juga muncul kerajinan batik yang memperkaya khasanah produk unggulan. Kerajinan batik itu adalah Batik Tulis Mangunayu. Nama Mangunayu sendiri bermula dari kesepakatan para anggota kelompok pembatik yang disetujui Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Mangundikaran Arum Pravita Sari, S.Psi, M.Si. Ketika itu para ibu sebanyak sembilan orang usai mengikuti pelatihan batik di Balai Kelurahan Begadung awal tahun 2019 lalu.

Hingga kini batik tulis mangunayu masih bertahan. Pusat kegiatannya di Jl. Barito Ib No 43 RT 04 RW 07 Kelurahan Mangundikaran. “Kami akui bahwa kami masih proses belajar, karena membuat produk batik tidak hanya perlu teori, tetapi justru praktiknya” jelas Bu Bin (Umi Kusbintarti-red). Lebih lanjut dikatakan untuk membuat sebuah produk batik perlu fokus, tidak bisa hanya sekedar untuk pengisi waktu. Apalagi batik tulis, mulai mendesain gambar, nyanthing, mewarna dan seterusnya, itu perlu kesungguhan, tandasnya.

Dalam usaha, pasang surut, tantangan itu hal biasa. Termasuk dalam upaya mengenalkan produk batik tulis mangunayu asal Kelurahan Mangundikaran. Usaha itu perlu dukungan semua pihak. Mulai perajinnya harus rajin belajar mengikuti perkembangan, juga dukungan dari masyarakat dan juga dukungan regulasi Pemerintah Daerah.