QUO VADIS TITIK NOL KOTA NGANJUK


 2022-11-18 |  Desa Mangundikaran

Titik nol (null paal) suatu kota memiliki arti sejarah yang penting, karena titik tersebut adalah titik awal pembangunan kota. Ibarat kelahiran bayi, titik nol menandai pertama kali jantung kota berdegup dan nafas kehidupan peradaban kota itu berhembus. Titik nol juga memiliki fungsi penting yaitu sebagai penanda jarak antar kota dan antar provinsi.

Selamat datang di titik nol Kota Nganjuk. Berlokasi di sekitar perempatan terminal lama. Kisaran 50 m timur lampu merah perempatan Jl. pangsud utara jalan. Ditandai dengan sebuah patok paal yang bertuliskan NGJUK 0. Tidak ada penanda lain yang istimewa, sampai-sampai orang Nganjuk seringkali tidak menyadari bahwa di lokasi itu adalah titik nol kotanya.
Kuat dugaan bahwa titik nol Kota Nganjuk yang sekarang sedikit bergeser ke timur dari posisinya semula di jaman kolonial. Kemungkinan posisi titik nol itu dulunya berada di sekitar Stasiun Nganjuk atau di sekitar Alun-Alun Nganjuk. Alasannya karena dua lokasi tersebut merupakan titik awal pembangunan ketika proses boyongan pusat pemerintahan dari berbek ke Nganjuk berlansgung dalam kurun waktu tahun 1880 - 1885.

Sementara keramaian di terminal lama, lokasi titik nol Kota Nganjuk yang sekarang, baru dimulai sejak Pasar Mangundikaran dibangun pada tahun 1939. Keramaian tersebut kian bertambah ketika pada tahun 1955 pemda Nganjuk membangun Terminal Nganjuk (terminal lama). Mungkin karena patok titik nol jaman kolonial sudah hilang jejaknya atau pertimbangan jalur protokol lalu lintas antar provinsi, maka pemda Nganjuk saat itu akhirnya memutuskan untuk menempatkan titik nol Kota Nganjuk di perempatan terminal lama.

Waktu terus berganti, banyak hal telah berubah. Sekarang kejayaan kawasan terminal lama Kota Nganjuk sudah memudar. Bangunan Pasar Mangundikaran yang ada di sana tampak kumuh tidak terawat, sementara bekas bangunan Pujahito (pusat perbelanjaan di tahun 80-an) sekian lama dibiarkan mangkrak krakk. Hanya tersisa para pedagang kaki lima yang mengais rejeki berjualan di pinggiran trotoar. Berkat mereka-lah, peradaban terminal lama Nganjuk masih sedikit bergeliat.

Kita berharap semoga titik nol di Nganjuk segera mendapat perhatian dari Pemda Nganjuk. Misalnya dengan pembangunan landmark kota yang layak seperti yang dilakukan di beberapa kota lain. Sebut saja Kediri, Magetan, Madiun. Kami mengusulkan merevitalisasi Pasar Mangundikaran dan kompleks perbelanjaan di sekitarnya, sehingga menghidupkan kembali ruang terbuka publik di terminal lama yang sekian lama terbengkalai.