Pemberian nama Mangunayu kepada hasil karya seni batik, bermula ketika pihak Deperindag Kab. Nganjuk mengadakan kursus membatik di Balai Pertemuan Kelurahan Begadung, bulan Nopember 2018. Pada sebuah diskusi kecil dengan ibu-ibu peserta bersama tim penggerak PKK Kelurahan Mangundikaran. Dihasilkanlah nama Mangunayu. Sederhana saja, jelas Bu Sitta Nurina. Karena seni membatik itu melibatkan ibu-ibu demi mengangkat nama Mangundikaran. Jadi, "mangun" diambil dari mangundikaran, sedangkan "ayu” diambil dari kumpulan ibu -bu yang ayu-ayu, kelakar Bu Sitta yang juga ketua PKK RW7 tersebut.
Perihal perkembangan batik mangunayu, diakuinya masih mengalami pasang surut. Tetapi setidaknya nama Mangunayu pernah melejit ketika desain batik dan sekaligus busananya menjadi juara kedua Jawa Timur saat hari ulang tahun dekranasda. Saat itu awal Maret tahun 2020 kami mendesain untuk diragakan sendiri oleh Bu Novi yang saat itu selaku ketua Dekranasda Nganjuk. Hasilnya, kita juara kedua tingkat propinsi. Dimarkasnya batik mangunayu Jl. Barito I No 30 RT 5 RW 7, bisa dijumpai berbagai jenis kreasi batik termasuk batik kas anjuk ladang.
Untuk diketahui selain menggeluti seni batik, Ny. Sitta juga dikenal dibidang tata busana termasuk kreasi baju pengantin. Perpaduan ketrampilan antara seni membatik serta seni membuat pola busana memang dimiliki ibu asal Purwokerto tersebut. (kiman)